| Camp Unit IV Savanajaya |
"Kakek saya Bekas Tahanan"
Saya sering memanggil manusia yang bernama "Usup" itu, embah. Beliau berasal dari Tenjo, Jawa barat. Suatu saat, beliau pernah bercerita tentang sebuah kisah hidup yang menghantarkannya ke rimba Orde Baru di Pulau Buru. Mulanya beliau ditahan di Nusakambangan, kemudian dikirim bersamaan dengan para tapol golongan B. Suatu pertanyaan yang tak pernah lekang dari benak hati embahku: “Mengapa dan kenapa beliau ditahan?” Padahal ia hanyalah seorang Karyawan pada PT. Unilever kala itu. Beliau yang saat itu hendak pulang ke rumah, tiba-tiba disergap oleh beberapa tentara dengan menodongkan senjata padanya. Sejak saat itu, berlanjutlah kehidupannya dalam dunia tahanan, tanpa sepengetahuan anak dan istrinya.
Beliau dipenjarakan di barak unit IV (Savanajaya). Bermodalkan sabit, parang dan cangkul, para tapol membabat habis hutan pulau buru untuk dijadikan lahan pertanian. Pada saat pembebasan tahanan, para sanak keluarga (anak dan istri) mereka didatangkan dari Jawa. Namun, beliau tak pernah menerima kabar dan kehadiran sosok anak dan istrinya di Tenjo, Jawa Barat.